Skip to main content

Why gplus is still NOT popular in Indonesia

I guess nobody is listening at Google. Let me say it again.

Gplus (g+) is not popular in Indonesia because it is VERY SLOW to open the page. That's the first problem. It takes me a while to open and interact with my gplus page. This is Indonesia. You have to come down here to understand it. (Google reps are in Singapore and only occasionally come to Indonesia. You wouldn't know the reality.)

Second, it is difficult to interact in gplus. There is no notification and threads about the interaction. For example, if somebody comments in my post, I wouldn't know. I know there is a notification feature, but it is not as visible as Facebook, for example.

I have more than 9000 followers in g+ and 5000 in Facebook, but there are MORE interactions in Facebook than in g+. In fact, there is close to zero interaction in my g+.

Are you listening Google?

Comments

Wasiun Mika said…
Thats right, thank you
Arul said…
Salam kenal
Kunjungan dari arul.my.id
can said…
oh pantes kenapa kok jarang pada pake google plus,thanks atas informasinya hehe :)
dewitya said…
halo salam kenal
dewitya said…
kereeeennn
Sam Aries said…
Yes, it is very slow slow slow :)
budi said…
may because they didn't like it, or they barely know it.
Ririn said…
O gitu alasannya Facebook masih lebih digemari dari g plus, yang saya buktikan sendiri itu point no.1 G plus sangat berat dan loadingya lama banget.
momogrosir said…
loadingnya lama. belum lagi terlalu kompleks. seharusnya G+ membuat sesuatu yang sederhana dahulu. kemudian pelan2 untuk upgrade ke fitur2 yang lebih bagus
Erress said…
ya...gitu ya...ternyata facebook lebih baik daripada Google Plus...
Nisa Alfarizi said…
Iya, menurut saya lambat. Namun satu fitur yang tidak sama dengan media sosial lainnya yakni lingkaran atau circle. Disitu kita bisa menambahkan seseorang sesuai dengan status kita.
mungkin buat orang indonesia, g+ kurang menarik makanya masih ga terlalu banyak yg aktif pakek :D

Popular posts from this blog

Himbauan Kepada Hacker & Cracker Indonesia & Malaysia

Kepada Hacker & Cracker Indonesia & Malaysia,

Saya mengharapkan anda tidak melakukan penyerangan atau/dan pengrusakan situs-situs Indonesia dan Malaysia.

Saya mengerti bahwa akhir-akhir ini beberapa masalah di dunia nyata membuat kita kesal dan marah. Namun kekesalan tersebut sebaiknya tidak dilimpahkan ke dunia maya (cyberspace). Semestinya sebelum melakukan aksi yang berdampak negatif, kita bisa melakukan langkah-langkah positif seperti melakukan dialog (melalui email, mailing list, bulletin board, blog, dan media elektronik lainnya).

Kita harus ingat bahwa kita hidup bertetangga dan bersaudara. Yang namanya hidup bertetangga pasti mengalami perbedaan pendapat. Mari kita belajar bertetangga dengan baik.

Saya berharap agar kita yang hidup di dunia maya mencontohkan bagaimana kita menyelesaikan permasalahan dengan kepala dingin dan hati yang lapang, sehingga para pemimpin kita di dunia nyata dapat mencontoh penyelesaian damai. Mudah-mudahan mereka dapat lebih arif dan bijaksana da…

Band progressive rock baru?

Lepas dari yang serius-serius sebentar. Kita ke musik lagi.

Terus terang saya tadinya mulai merasa bahwa musik progressive rock bakalan mati. Seperti lirik dari lagu band Asia - "Rock and Roll Dream":

When I see your faces from the limousine. No chance of our survival...

Tapi setelah saya mendengarkan The Flower Kings, harapan tumbuh lagi. Band yang dimotori oleh Roine Stolt (gitar) memiliki nuansa (melodi?) yang selaras dengan band-band terdahulu. Mereka sanggup membawakan lagu Cinema Show-nya Genesis dengan sempurna. Bahkan lebih baik menurut saya. Jadi, para penggemar sekalian, progressive rock akan tetap tumbuh subur.

Roine Stolt juga menjadi bagian dari band Transatlantic yang juga memiliki nuansa progressive rock. Maklum, mereka campuran dari Dream Theater, Marillion, The Flower Kings, dan Spock's Beard. Meski, ada lagu bootleged live show mereka yang kedodoran membawakan lagu "Firth of Fifth" nya Genesis. Ternyata band besar bisa kedodoran juga.

Repotnya, mus…

Yummy ...

[seafood lamien @ banquet, singapore]