Skip to main content

Software Developers Day

Yesterday (March 2, 2005) I attended Software Developers Day in Jakarta. The event was organized by Aspiluki (Association of Software House in Indonesia). I arrived a little late, since I have to take a train from Bandung to Jakarta. I arrived at the venue just at the very end of pak Putu's presentation. He is from Departemen Perindustrian (Ministry of Industry). There were other representatives from the Government side.

After that there were representatives from multinational companies; Microsoft, Cisco, IBM, Oracle, HP, and Sun. They were asked to tell the audience about their software roadmap and what can the developers expect from them. One of the insteresting questions was put by the moderator (Didik from Inixindo). He asked whether at one time or another the panelists have idea to tell their CEOs that they should bring work to Indonesia. The answer was dissapointing, in my opinion. I've got an impression that they don't believe the non-technical capabilities of Indonesian developers.

In the afternoon, well it was late afternoon since the whole thing was delayed for 1 hour, I gave a presentation on "Security Implementation in Mission Critical Applications." My presentation was basically on software security, or the lack of. (Presentation material will be posted in my presentation web site: budi.insan.co.id/presentations.) Enjoy ...

Comments

viga said…
ehem.. butuh trans tool nech... bingung
budi said…
Kalau mau baca blog saya yang bahasa Indonesia, ada di http://www.bloglines.com/blog/rahardselamat menikmati
cepentolpentol said…
I've got an impression that they don't believe the non-technical capabilities of Indonesian developers.Non technical pak ? kalau secara technical bagaimana ya ? kok saya juga merasa sangsi kalau putra2 indonesia tercinta ini memiliki technical skill yang mumpuni .. Seperti yg saya alami begitu sulit mencari tenaga kerja programmer yang mumpuni ! hmmm
budi said…
Kalau secara teknis, sudah mulai banyak programmer Indonesia yang mahir. Hanya, memang mereka sudah terpakai di berbagai tempat. Jadi dari segi kualitas, kita boleh bangga.

Akan tetapi dari kuantitas (jumlah) yang berkualitas ini, memang masih menjadi masalah. Banyak memang lulusan IT (perguruan tinggi, sekolah tinggi, training center). Namun yang banyak ini kualitasnya masih kurang.

Jadi jika anda kesulitan mencari technical skill yang mumpuni, itu karena anda kalah bersaing saja.

Nah, bagaimana kita bisa menghasilkan yang jago-jago dalam jumlah yang banyak?
cepentolpentol said…
ya mungkin saja pak ! kalah bersaing mencari programmer handal . Mungkin incentive yang perusahaan berikan tidak sesuai harapan mereka .
Gak heran banyak yg lari ke luar negeri mencari penghidupan lebih baik . Plus juga mencari pengalaman programming lebih mantap . Disana kan kita bekerja dengan programmer yang udah mature dengan segala macam tools dan ilmu yang mereka miliki. Intinya di Indonesia ,IMHO ,banyak perusahaan software tidak benar2 niat mengembangkan usahanya . Apalagi software house kecil2 seperti perusahaan saya . Meski projectnya gede , tapi pengembangan softwarenya masih awut-awutan .
Hmm..mungkin ini juga tantangan bagi saya .. taulah
estananto said…
Pak Budi,
menarik sekali presentasinya. Saya baru tahu bahwa Formal Methods termasuk Formal Verification dipakai juga di IT Security. Saya cuma melakukan Formal Verification pada Verilog dan VHDL models, tapi setelah membaca presntasi pak Budi jadi ingin mempelajari lebih dalam! It#s very interesting presentation, pak Budi!
igunone said…
hmm .. saya sendiri berpikiran begitu: "Computer programming is my hobby, but I don't want to be working as programmer if it is in Indo...". You might easily guess why. Actually, we have them a lot. But most of them don't really have good determination, differentiation and consistency... it's too "normal-distribution" ;-))
dunia snoker said…
saling berbagi.....................

Popular posts from this blog

Band progressive rock baru?

Lepas dari yang serius-serius sebentar. Kita ke musik lagi.

Terus terang saya tadinya mulai merasa bahwa musik progressive rock bakalan mati. Seperti lirik dari lagu band Asia - "Rock and Roll Dream":

When I see your faces from the limousine. No chance of our survival...

Tapi setelah saya mendengarkan The Flower Kings, harapan tumbuh lagi. Band yang dimotori oleh Roine Stolt (gitar) memiliki nuansa (melodi?) yang selaras dengan band-band terdahulu. Mereka sanggup membawakan lagu Cinema Show-nya Genesis dengan sempurna. Bahkan lebih baik menurut saya. Jadi, para penggemar sekalian, progressive rock akan tetap tumbuh subur.

Roine Stolt juga menjadi bagian dari band Transatlantic yang juga memiliki nuansa progressive rock. Maklum, mereka campuran dari Dream Theater, Marillion, The Flower Kings, dan Spock's Beard. Meski, ada lagu bootleged live show mereka yang kedodoran membawakan lagu "Firth of Fifth" nya Genesis. Ternyata band besar bisa kedodoran juga.

Repotnya, mus…

Himbauan Kepada Hacker & Cracker Indonesia & Malaysia

Kepada Hacker & Cracker Indonesia & Malaysia,

Saya mengharapkan anda tidak melakukan penyerangan atau/dan pengrusakan situs-situs Indonesia dan Malaysia.

Saya mengerti bahwa akhir-akhir ini beberapa masalah di dunia nyata membuat kita kesal dan marah. Namun kekesalan tersebut sebaiknya tidak dilimpahkan ke dunia maya (cyberspace). Semestinya sebelum melakukan aksi yang berdampak negatif, kita bisa melakukan langkah-langkah positif seperti melakukan dialog (melalui email, mailing list, bulletin board, blog, dan media elektronik lainnya).

Kita harus ingat bahwa kita hidup bertetangga dan bersaudara. Yang namanya hidup bertetangga pasti mengalami perbedaan pendapat. Mari kita belajar bertetangga dengan baik.

Saya berharap agar kita yang hidup di dunia maya mencontohkan bagaimana kita menyelesaikan permasalahan dengan kepala dingin dan hati yang lapang, sehingga para pemimpin kita di dunia nyata dapat mencontoh penyelesaian damai. Mudah-mudahan mereka dapat lebih arif dan bijaksana da…

Tenggang waktu sebelum domain (.ID) didaur ulang?

Saat ini setelah domain tidak membayar, maka status domain akan berubah menjadi hold. Pada kondisi ini domain tidak dapat diquery/hilang namun domain belum dapat dilepas ke publik kembali. Saat ini belum ada aturan kapan domain yang sudah mati ini dapat digunakan kembali, mungkin oleh orang lain. Sudah saatnya ada kejelasan mengenai daurulang (recycle) nama domain ini.

Ada dua usulan batas waktu ekstrim:
Satu (1) tahun setelah domain mati. Kontra: kelamaanTiga (3) bulan setelah domain mati. Kontra: terlalu cepat
Nah mohon masukan, masukan mana yang lebih baik dipilih?
Atau kalau ada usulan lain, mohon diutarakan beserta alasannya.