Skip to main content

On becoming a celebrity

This month I appeared in a couple (I think more than that) magazines. The funny thing is that I didn't know about it. For example, I was waiting for a train in Jakarta's train station and my eyes captured a glance of a magazine. In the cover there was my name. What they hey? So I bought the magazine. Oh, it was an interview I did a month ago.

Then yesterday, a group of undergrad students smiled at me and showed me their thumbs (good thing it was their thumbs, ha ha ha). I asked them what made them excited. They told me about interview in another magazine, with a picture of me holding a guitar and an Apple iBook. (Look at the picture below.) Oh, that was another interview I did last month with Oskar Syahbana.

Untuk majalah Teknopreneur

A few days ago I did presentation for a telecommunication operator. Next week I am going to do another one. Lots of people to please. ha ha ha. Phew ... becoming a celebrity is not easy. People talk to you and you don't know them. You're in a disadvantage position. But, that's life.

Comments

ronny said…
In Iraq, the thumbs-up gesture is considered a faux pas, akin to giving the middle finger in western cultures.
Anonymous said…
celebrity is a real commodity, isn't is?
Barry said…
wait until people start asking for your signature. you definitely will miss your train, your lunch, your sleep :D
ayu wening said…
waduuhhh gak sabar nunggu kejadian ini:

"woy woy dosen gue tuuhh!!!"
"iyaaa ituh yang di tipiii"
"yang lagi bikin pers conference ituuu loohhh"

wekekekekkekek :P *kebanyakan nonton infotainment*

anyway, u look much younger in reality than in the photograph looohh
Rayu-Angin said…
[bayangin dulu...]

seru...seru...

u can make them all under your influence, Sir :D

seleb je...

[kebayang...nikmatnya bisa bikin orang2 melakukan hal2 yang Anda inginkan, karena mereka memuja...]
MaIDeN said…
gitarnya bagus *kabur*
joko said…
ready for famous.

Popular posts from this blog

Band progressive rock baru?

Lepas dari yang serius-serius sebentar. Kita ke musik lagi.

Terus terang saya tadinya mulai merasa bahwa musik progressive rock bakalan mati. Seperti lirik dari lagu band Asia - "Rock and Roll Dream":

When I see your faces from the limousine. No chance of our survival...

Tapi setelah saya mendengarkan The Flower Kings, harapan tumbuh lagi. Band yang dimotori oleh Roine Stolt (gitar) memiliki nuansa (melodi?) yang selaras dengan band-band terdahulu. Mereka sanggup membawakan lagu Cinema Show-nya Genesis dengan sempurna. Bahkan lebih baik menurut saya. Jadi, para penggemar sekalian, progressive rock akan tetap tumbuh subur.

Roine Stolt juga menjadi bagian dari band Transatlantic yang juga memiliki nuansa progressive rock. Maklum, mereka campuran dari Dream Theater, Marillion, The Flower Kings, dan Spock's Beard. Meski, ada lagu bootleged live show mereka yang kedodoran membawakan lagu "Firth of Fifth" nya Genesis. Ternyata band besar bisa kedodoran juga.

Repotnya, mus…

Himbauan Kepada Hacker & Cracker Indonesia & Malaysia

Kepada Hacker & Cracker Indonesia & Malaysia,

Saya mengharapkan anda tidak melakukan penyerangan atau/dan pengrusakan situs-situs Indonesia dan Malaysia.

Saya mengerti bahwa akhir-akhir ini beberapa masalah di dunia nyata membuat kita kesal dan marah. Namun kekesalan tersebut sebaiknya tidak dilimpahkan ke dunia maya (cyberspace). Semestinya sebelum melakukan aksi yang berdampak negatif, kita bisa melakukan langkah-langkah positif seperti melakukan dialog (melalui email, mailing list, bulletin board, blog, dan media elektronik lainnya).

Kita harus ingat bahwa kita hidup bertetangga dan bersaudara. Yang namanya hidup bertetangga pasti mengalami perbedaan pendapat. Mari kita belajar bertetangga dengan baik.

Saya berharap agar kita yang hidup di dunia maya mencontohkan bagaimana kita menyelesaikan permasalahan dengan kepala dingin dan hati yang lapang, sehingga para pemimpin kita di dunia nyata dapat mencontoh penyelesaian damai. Mudah-mudahan mereka dapat lebih arif dan bijaksana da…

Tenggang waktu sebelum domain (.ID) didaur ulang?

Saat ini setelah domain tidak membayar, maka status domain akan berubah menjadi hold. Pada kondisi ini domain tidak dapat diquery/hilang namun domain belum dapat dilepas ke publik kembali. Saat ini belum ada aturan kapan domain yang sudah mati ini dapat digunakan kembali, mungkin oleh orang lain. Sudah saatnya ada kejelasan mengenai daurulang (recycle) nama domain ini.

Ada dua usulan batas waktu ekstrim:
Satu (1) tahun setelah domain mati. Kontra: kelamaanTiga (3) bulan setelah domain mati. Kontra: terlalu cepat
Nah mohon masukan, masukan mana yang lebih baik dipilih?
Atau kalau ada usulan lain, mohon diutarakan beserta alasannya.