Skip to main content

Concurrent Budi version 3.0

Here's a picture of me presenting ... myself; "Budi Rahardjo - version 3.0".




What's new in this version? Well, the main feature is an independent BR. He could be himself.

The other "feature" (or bugs), I think BR is more concurrent. He gets bored easily. Here's an example what BR does at one time:
  • Playing with music (here's playing with his new audio mixer)
  • Reading books on guitars. He's learning to play guitars and trying to understand the various gadgets. (The magazine shows one of his guitar heroes, Alex Liefson of Rush. Inside there's Rothery of Marillion and much more.)
  • Reading books on technology, science, business, biographies. (Here's the "iWoz" book, a book about Steve Wozniak.)
  • On the notebook screen is "chuck", a music programming language. He's just reading the document and has not started programming in it. Before that he was playing with audacity and jokosher using his GNU/Linux Ubuntu.
  • Playing around with Linux. His Ubuntu is having a problem. He might switch back to (the one and true) Debian.




So that's Budi Rahardjo version 3.0. Please report bugs to the appropriate channel.

Comments

Priyadi said…
i haven't seen you with glasses recently (not that I've seen you much recently). have you fixed that bug? or have you resorted to another workaround such as contact lenses?
budi said…
Pri, that "glasses bug" is still in there. Mostly, it is hidden from public. It shows up when BR requires heavy read/write process. I don't think this bug will be fixed. It is already accepted as part of the system.
JaF said…
Wuih.. layar gede di belakang itu ngingetin saya sama Steve Jobs yang lagi presentasi produk barunya.. hehehe
dedenf said…
@JaF
"we were trill about this..."
JaF said…
Baru perhatiin mixernya..
Eta mixer merek naon? Specsnya dong.. Jadi ngiler pengen punya..
Di Singapur yang segede gitu, 600 dolar udah termasuk mikrofon usb. Tapi merek nggak jelas hehehe
budi said…
Merek mixernya, Yamaha MW10. Harganya Rp 1,5 juta.

Popular posts from this blog

Band progressive rock baru?

Lepas dari yang serius-serius sebentar. Kita ke musik lagi.

Terus terang saya tadinya mulai merasa bahwa musik progressive rock bakalan mati. Seperti lirik dari lagu band Asia - "Rock and Roll Dream":

When I see your faces from the limousine. No chance of our survival...

Tapi setelah saya mendengarkan The Flower Kings, harapan tumbuh lagi. Band yang dimotori oleh Roine Stolt (gitar) memiliki nuansa (melodi?) yang selaras dengan band-band terdahulu. Mereka sanggup membawakan lagu Cinema Show-nya Genesis dengan sempurna. Bahkan lebih baik menurut saya. Jadi, para penggemar sekalian, progressive rock akan tetap tumbuh subur.

Roine Stolt juga menjadi bagian dari band Transatlantic yang juga memiliki nuansa progressive rock. Maklum, mereka campuran dari Dream Theater, Marillion, The Flower Kings, dan Spock's Beard. Meski, ada lagu bootleged live show mereka yang kedodoran membawakan lagu "Firth of Fifth" nya Genesis. Ternyata band besar bisa kedodoran juga.

Repotnya, mus…

Himbauan Kepada Hacker & Cracker Indonesia & Malaysia

Kepada Hacker & Cracker Indonesia & Malaysia,

Saya mengharapkan anda tidak melakukan penyerangan atau/dan pengrusakan situs-situs Indonesia dan Malaysia.

Saya mengerti bahwa akhir-akhir ini beberapa masalah di dunia nyata membuat kita kesal dan marah. Namun kekesalan tersebut sebaiknya tidak dilimpahkan ke dunia maya (cyberspace). Semestinya sebelum melakukan aksi yang berdampak negatif, kita bisa melakukan langkah-langkah positif seperti melakukan dialog (melalui email, mailing list, bulletin board, blog, dan media elektronik lainnya).

Kita harus ingat bahwa kita hidup bertetangga dan bersaudara. Yang namanya hidup bertetangga pasti mengalami perbedaan pendapat. Mari kita belajar bertetangga dengan baik.

Saya berharap agar kita yang hidup di dunia maya mencontohkan bagaimana kita menyelesaikan permasalahan dengan kepala dingin dan hati yang lapang, sehingga para pemimpin kita di dunia nyata dapat mencontoh penyelesaian damai. Mudah-mudahan mereka dapat lebih arif dan bijaksana da…

Tenggang waktu sebelum domain (.ID) didaur ulang?

Saat ini setelah domain tidak membayar, maka status domain akan berubah menjadi hold. Pada kondisi ini domain tidak dapat diquery/hilang namun domain belum dapat dilepas ke publik kembali. Saat ini belum ada aturan kapan domain yang sudah mati ini dapat digunakan kembali, mungkin oleh orang lain. Sudah saatnya ada kejelasan mengenai daurulang (recycle) nama domain ini.

Ada dua usulan batas waktu ekstrim:
Satu (1) tahun setelah domain mati. Kontra: kelamaanTiga (3) bulan setelah domain mati. Kontra: terlalu cepat
Nah mohon masukan, masukan mana yang lebih baik dipilih?
Atau kalau ada usulan lain, mohon diutarakan beserta alasannya.