Thursday, December 16, 2004

Liberalisasi bidang komputer dan servis yang terkait?

Kemarin (Rabu, 15 Desember 2004) saya ikut diskusi di Deperindag tentang masalah liberalisasi sektor "computer and related services". Masalahnya adalah apakah bidang ini perlu kita liberalisasi dengan membuka pasar kita ke negara lain? (Bidang itu sendiri nantinya bisa dirinci lebih lanjut.) Jika tidak bisa secara keseluruhan, apakah ada bidang-bidang khusus yang sudah bisa dibuka?

WTO secara berkala meminta setiap negara untuk memberikan "offer" dan "request" terbaru. Sementara ini banyak hal yang kita tutup.

Secara pribadi, dengan melihat situasi di negara kita (tentunya tidak detail), saya mengusulkan untuk menutup sampai detik-detik akhir. Pasalnya, kita belum sanggup untuk mempertahankan pasar dalam negeri kita sementara kita belum mampu masuk ke pasar asing. (Alasan-alasannya terlalu panjang untuk diutarakan pada tulisan ini, padahal saya sudah pusing nih ... lagi gak enak badan. Jadi, percayalah ada dulu.) Tapi tentunya kita tidak bisa tinggal diam karena lama kelamaan pasti akan terbuka juga pasar kita. (Ada 4 mode dalam transaksi lintas negara tersebut dimana salah satu modenya adalah crossborder yang tidak dapat dihindari dengan adanya Internet.) Harus ada inisiatif untuk mempersiapkan pelaku bisnis Indonesia agar siap dengan dibukanya gerbang. Wah ... pekerjaan rumah lagil.

*sigh*... keluh kesah

1 comment:

bank al said...

Menarik sekali tuh kalau misalnya Pak Budi juga tuliskan alasan-alasan apa saja yg membuat Pak Budi berpikir bahwa kita belum siap untuk membuka pasar dalam negeri tuk orang luar.

Menurut Pak Budi, kapan kita akan siap ?
Apa yg harus dilakukan agar kita siap ?
Dan apakah jangan-jangan dengan meliberalisasikan pasar dalam negeri itu justru membuat kita siap?