Tuesday, August 17, 2004

Tenggang waktu sebelum domain (.ID) didaur ulang?

Saat ini setelah domain tidak membayar, maka status domain akan berubah menjadi hold. Pada kondisi ini domain tidak dapat diquery/hilang namun domain belum dapat dilepas ke publik kembali. Saat ini belum ada aturan kapan domain yang sudah mati ini dapat digunakan kembali, mungkin oleh orang lain. Sudah saatnya ada kejelasan mengenai daurulang (recycle) nama domain ini.

Ada dua usulan batas waktu ekstrim:
  1. Satu (1) tahun setelah domain mati. Kontra: kelamaan
  2. Tiga (3) bulan setelah domain mati. Kontra: terlalu cepat
Nah mohon masukan, masukan mana yang lebih baik dipilih?
Atau kalau ada usulan lain, mohon diutarakan beserta alasannya.

5 comments:

Dicky 'Mas Saint' said...

3 bulan kayak nya cukup.
tinggal masalahnya, apakah dlm waktu 3 bulan itu, si pemilik lama diberi warning ato alert gak ? (sblm mati dan dlm waktu 3 bln itu) misal seminggu sekali ato sebulan sekali.

kl memang gak direspon ya, bukan salah kita 3 bulan bubye ;-)

andika said...

Saya setuju tenggang 3 bulan, dengan peringatan sebulan sebelum, pas jatuh tempo, dan dua bulan setelah jatuh tempo. Setelah 3 peringatan tanpa balas, berarti pemilik lama tidak peduli lagi kan?

idban said...

betul, jangan lama2 kesian yg nunggu domainnya

Gobloq said...

untuk akurnya 6 bulan saja...

OOT : sekarang ini domain personal orang indonesia yang menggunakan "or.id", ada ngga ya kebijakan baru idnic untuk membuka domain ".id" saja, misalnya http://www.budi.id.

bukankah hal itu akan sangat mencerminkan personal daripada harus nenggunakan domain organisasi, belum lagi organisasi yang sebenarnya bisa jadi bingung kalau domain yang merepresentasikan organisasinya sudah dipakai oleh seseorang untuk blog, misalnya.

hedwig said...

kalo pendapat saya sih, 2 - 3 bulan setelah domain tersebut hilang (tidak bisa diquery dari master dns server0, setelah sebelumnya 1 bulan setelah domain tersebut hilang, pemilik domain (3 kontak yang ada di idnic : administrative, billing, & teknik) diberitahu.
btw, kalo boleh tahu, bagaimana cara mengetahui apakah domain tersebut hilang atau tidak ? apakah :
1. ada software
2. nunggu laporan orang lain
3. ataukah ada orang yang melakukan query terhadap domain2 yang ada (alangkah capeknya)
kalo jawabannya nomer 1, apakah saya boleh minta software-nya? :)