information technology, network, security, Indonesia, progressive rock music, budi rahardjo (or raharjo), education, life ... (in Bahasa Indonesia and/or English)
Pak Sekjen APJII, kalau anggota APJII boleh nggak pasang banner ini. Saya members APJII yang tidak setuju hal perbuatan tercela dari APJII, sayang di APJII group ini minoritas. (CelloZ)
ANDA TERLALU NAIF... Perlihatkan dulu kerja anda yg profesional... baru deh 'perang' dengan pake otak dan rasa rendah hati...
Kerja tim anda sewaktu di IDNIC dan ccTLD sangat tidak profesional dan terkesan meribetkan masalah...
Jgn pikirkan kekuasaan anda memegang domain indonesia... pikirkan juga gimana cara mengelola domain yg profesional... lebih bagus pengelolaan domain2 di tempat2 hosting daripada di ccTLD...
ANDA TERLALU NAIF... Perlihatkan dulu kerja anda yg profesional... baru deh 'perang' dengan pake otak dan rasa rendah hati...
Kerja tim anda sewaktu di IDNIC dan ccTLD sangat tidak profesional dan terkesan meribetkan masalah...
Jgn pikirkan kekuasaan anda memegang domain indonesia... pikirkan juga gimana cara mengelola domain yg profesional... lebih bagus pengelolaan domain2 di tempat2 hosting daripada di ccTLD...
Saya dukung yg anonymous ini dech..hehe..jujur ya pak..saya ga suka dgn kinerja IDNIC selama ini..terkesan ribet dan menyusahkan kami, seakan kami ini rakyat yg harus mengemis2 domain..padahal kita sudah penuhi semua persyaratan...jabatan itu ga ngaruh koq pak..selama anda yakin anda benar..kenapa mesti gundah?
Saya personaly tidak suka APJII maupun CCTLD. Bagaimana kalau banner "Say no to APJII" dan "Say no to CCTLD" kita pasang berdampingan?
Saya sangat kecewa dengan kinerja CCTLD. Policy yang diterapkan "sungguh sangat tidak konsisten SEKALI". Beberapa domain di tolak dengan alasan tidak memenuhi syaratlah, tidak mengisi dengan benarlah, atau apa lah. Tapi dalam beberapa hari kemudian client kami di telepon dari CCTLD bahwa registrasi domain masih dapat diteruskan.
Apa susahnya sih bikin system domain registrar dengan SDM dan SDD (Sumber Daya Duit) yang ada?
Saya hargai kerja keras pak Budi atas perintisan pengelolaan domain ID. Tapi segalanya harus menjadi lebih baik kan? Bapak tidak bisa memberikan argumen bahwa Bapaklah yang merintis, memperjuangkan dari awal, mengelola tanpa pamrih. Kebutuhan Indonesia untuk domain ID sekarang sudah sangat tinggi. Dan ternyata kinerja team Bapak tidak bisa mengakomodasi kebutuhan tersebut.
Perlu juga diingat bahwa mandat IANA yang diberikan secara personal sebenarnya juga perlu disikapi dengan lebih bijak. Ini bukan personal domain, tapi ini adalah public domain.
Jika memang merasa tidak bisa lagi mengakomodasi kebutuhan domain ID, kenapa harus dipertahankan? Memang melepaskannya belum tentu menjadikannya lebih baik.
BTW saya secara personal tidak mengenal Bapak, tapi saya tahu banyak tentang Bapak dari Pak Eddy dan Pak Chandra. So.. no hurt feelings, ini cuma pendapat pribadi saya.
pengelolaan domain ID lebih profesional? saya dukung ! Apalagi dengan pengelola baru, jangan dengan (sekjen) APJII yang sekarang !
Lihat saja, baru menjabat sudah mau buat PT IIX, cita-cita beliau saat jadi Sekjen dulu, mengkomersilkan IIX. cek saja webnya di www.access.net.id, ada PT Mahatel: www.iixnetworks.net (webnya sudah dikosongin sejak ribut2 IDNIC) atau http://neutron.iixnetworks.net.
Juga setuju dengan yg anonymous... Tingkatkan pelayanan dan kemudahan dalam mendapatkan domain. Gw termasuk salah satu yg dari dulu enggan untuk memiliki domain Indonesia hanya karena melihat betapa ribet-nya birokrasi yg harus ditempuh.
14 comments:
saya pasang ya pak
Boleh dipasang. Kasih tahu dipasangnya dimana ya.
saya juga pasang pak, di Blog saya
ikut pasang.
dukung melawan cybercrime!
saya tahu Bapak tidak ambil untung dalam pengelolaan domain. APJII? bau bisnis lah...
saya pasang ah :D
I'm in...
Btw, boleh dong pak kasih tau arti filosofis banner ini dari sudut pandang bapak.. Arti Kado, Orang ?
Maju terus internet Indonesia...
Pak Sekjen APJII, kalau anggota APJII boleh nggak pasang banner ini. Saya members APJII yang tidak setuju hal perbuatan tercela dari APJII, sayang di APJII group ini minoritas. (CelloZ)
ANDA TERLALU NAIF...
Perlihatkan dulu kerja anda yg profesional... baru deh 'perang' dengan pake otak dan rasa rendah hati...
Kerja tim anda sewaktu di IDNIC dan ccTLD sangat tidak profesional dan terkesan meribetkan masalah...
Jgn pikirkan kekuasaan anda memegang domain indonesia... pikirkan juga gimana cara mengelola domain yg profesional... lebih bagus pengelolaan domain2 di tempat2 hosting daripada di ccTLD...
Thx
Orang yg banyak komplain dengan ccTLD
ANDA TERLALU NAIF...
Perlihatkan dulu kerja anda yg profesional... baru deh 'perang' dengan pake otak dan rasa rendah hati...
Kerja tim anda sewaktu di IDNIC dan ccTLD sangat tidak profesional dan terkesan meribetkan masalah...
Jgn pikirkan kekuasaan anda memegang domain indonesia... pikirkan juga gimana cara mengelola domain yg profesional... lebih bagus pengelolaan domain2 di tempat2 hosting daripada di ccTLD...
Thx
Orang yg banyak komplain dengan ccTLD
Saya dukung yg anonymous ini dech..hehe..jujur ya pak..saya ga suka dgn kinerja IDNIC selama ini..terkesan ribet dan menyusahkan kami, seakan kami ini rakyat yg harus mengemis2 domain..padahal kita sudah penuhi semua persyaratan...jabatan itu ga ngaruh koq pak..selama anda yakin anda benar..kenapa mesti gundah?
Saya personaly tidak suka APJII maupun CCTLD. Bagaimana kalau banner "Say no to APJII" dan "Say no to CCTLD" kita pasang berdampingan?
Saya sangat kecewa dengan kinerja CCTLD. Policy yang diterapkan "sungguh sangat tidak konsisten SEKALI". Beberapa domain di tolak dengan alasan tidak memenuhi syaratlah, tidak mengisi dengan benarlah, atau apa lah. Tapi dalam beberapa hari kemudian client kami di telepon dari CCTLD bahwa registrasi domain masih dapat diteruskan.
Apa susahnya sih bikin system domain registrar dengan SDM dan SDD (Sumber Daya Duit) yang ada?
Saya hargai kerja keras pak Budi atas perintisan pengelolaan domain ID. Tapi segalanya harus menjadi lebih baik kan?
Bapak tidak bisa memberikan argumen bahwa Bapaklah yang merintis, memperjuangkan dari awal, mengelola tanpa pamrih.
Kebutuhan Indonesia untuk domain ID sekarang sudah sangat tinggi. Dan ternyata kinerja team Bapak tidak bisa mengakomodasi kebutuhan tersebut.
Perlu juga diingat bahwa mandat IANA yang diberikan secara personal sebenarnya juga perlu disikapi dengan lebih bijak. Ini bukan personal domain, tapi ini adalah public domain.
Jika memang merasa tidak bisa lagi mengakomodasi kebutuhan domain ID, kenapa harus dipertahankan? Memang melepaskannya belum tentu menjadikannya lebih baik.
BTW saya secara personal tidak mengenal Bapak, tapi saya tahu banyak tentang Bapak dari Pak Eddy dan Pak Chandra. So.. no hurt feelings, ini cuma pendapat pribadi saya.
pengelolaan domain ID lebih profesional? saya dukung !
Apalagi dengan pengelola baru, jangan dengan (sekjen) APJII yang sekarang !
Lihat saja, baru menjabat sudah mau buat PT IIX, cita-cita beliau saat jadi Sekjen dulu, mengkomersilkan IIX.
cek saja webnya di www.access.net.id, ada PT Mahatel: www.iixnetworks.net (webnya sudah dikosongin sejak ribut2 IDNIC) atau http://neutron.iixnetworks.net.
Juga setuju dengan yg anonymous...
Tingkatkan pelayanan dan kemudahan dalam mendapatkan domain. Gw termasuk salah satu yg dari dulu enggan untuk memiliki domain Indonesia hanya karena melihat betapa ribet-nya birokrasi yg harus ditempuh.
yang bingung juga, kok daftar domain lebih mahal di indonesia (.co.id) daripada .com . Apa gak mestinya lebih murah ya???
Post a Comment