Skip to main content

Menebak F1 melalui Web

Beberapa waktu yang lalu marak berita tentang judi lewat Internet. Biasanya judi ini dikaitkan dengan peristiwa olah raga; seperti pertandingan sepak bola, tinju, atau yang lainnya. Nah kali ini saya akan cerita tentang menebak hasil olah raga tanpa judi.

Salah satu olah raga yang cukup populer di dunia adalah Formula 1 (atau F1). Nah, ada satu situs yang menguji kemahiran anda dalam menebak siapa pemenang dari lomba F1. Situs yang namanya www.motorsport.com ini menyediakan cara untuk memilih pemenang lomba F1 dengan nama "F1 Pick 6".

Anda dapat mendaftarkan diri ke situs itu, meskipun kalau sekarang sudah terlambat - mungkin tahun depan. Setelah mendaftarkan diri, anda dapat memilih delapan (8) urutan teratas dari setiap Grand Prix. Hasil pilihan anda ini nanti diberi nilai sesuai dengan ketepatan pilihan anda. Hasil ini kemudian diurutkan, untuk setiap grand prix (istilahnya "results") dan juga secara total (istilahnya "standing"). Jadi dapat kita lihat siapa yang paling sering betul tebakannya.

Setiap peserta mengasosiasikan diri dengan negara asalnya. Untuk Indonesia, identitas negaranya adalah "ID". Nah, untuk sementara ini (sampai dengan GP Amerika), hasil tertinggi dari negara Indonesia adalah ... saya! (Silahkan lihat di sini dan cari kata "ID" dengan huruf besar - match case) Ha ha ha! Bikin panas peserta lainnya. Senang juga bisa mengalahkan rekan-rekan yang lain, meskipun akhir-akhir ini pilihan saya banyak yang meleset.

Selamat menikmati F1...

Comments

Popular posts from this blog

Himbauan Kepada Hacker & Cracker Indonesia & Malaysia

Kepada Hacker & Cracker Indonesia & Malaysia, Saya mengharapkan anda tidak melakukan penyerangan atau/dan pengrusakan situs-situs Indonesia dan Malaysia. Saya mengerti bahwa akhir-akhir ini beberapa masalah di dunia nyata membuat kita kesal dan marah. Namun kekesalan tersebut sebaiknya tidak dilimpahkan ke dunia maya (cyberspace). Semestinya sebelum melakukan aksi yang berdampak negatif, kita bisa melakukan langkah-langkah positif seperti melakukan dialog (melalui email, mailing list, bulletin board, blog, dan media elektronik lainnya). Kita harus ingat bahwa kita hidup bertetangga dan bersaudara. Yang namanya hidup bertetangga pasti mengalami perbedaan pendapat. Mari kita belajar bertetangga dengan baik. Saya berharap agar kita yang hidup di dunia maya mencontohkan bagaimana kita menyelesaikan permasalahan dengan kepala dingin dan hati yang lapang, sehingga para pemimpin kita di dunia nyata dapat mencontoh penyelesaian damai. Mudah-mudahan mereka dapat lebih arif dan bijak

Yummy ...

[seafood lamien @ banquet, singapore]

Would Indonesians switch to Telegram (from WhatsApp)? No!

My telegram feed shows a lot of people subscribing to Telegram. What gives? Apparently, many people are starting to install Telegram because they are worried with the latest WhatsApp's privacy policy update. (I should put links here.) So, that's it. In short, in my opinion there's no need for the migration. I have an explanation in a video, but it's in Bahasa Indonesia. It's here. Now, back to the "euphoria" (if you can call it that). Would people start abandoning WA (WhatsApp) and switching to Telegram? Is it for good? I don't think it is happening. It's like abandoning Microsoft Windows for Linux. Linux is as good as Microsoft Windows. (In my personal opinion, Linux is actually better, but this is from a techie person who have been using Linux since its early stage. I am biased.) Have you seen majority of people migrating to Linux? No. People are staying with Windows. Why? Because, we are used to Windows. Linux as a nice desktop too, but it is no