Skip to main content

Studying abroad: a guide (in Bahasa Indonesia)

Many students asked me about studying abroad; how to pick the university, how to find scholarship in Indonesia, how to live there, and so on. I usually answered the questions verbally. But, I am getting tired of the same questions over and over again.

Finally, I decided to write a guide of studying abroad (in Bahasa Indonesia, of course). It's available in
http://budi.insan.co.id/articles/sekolah-di-luar-negeri.pdf
http://budi.insan.co.id/articles/sekolah-di-luar-negeri.sxw (this one in Open Office format)

Enjoy. Corrections and suggestions are welcome.

Comments

avianto said…
thanks for the guide, pak Budi =).

kebetulan sekarang lagi studi S2 di Jerman tapi saat ini sedang riset untuk thesis di Kanada. Lagi lirik2 juga utk mengambil S3 disini (Kanada) karena memang dari dulu sudah tertarik untuk mengajar sekembalinya nanti.

Anyway, sekalian minta ijin mempromosikan artikel pak Budi di weblog saya.

Salam dari Ottawa.
Budi Rahardjo said…
Silahkan kalau mau digunakan / dipromosikan di web site anda.
-- budi

Popular posts from this blog

Himbauan Kepada Hacker & Cracker Indonesia & Malaysia

Kepada Hacker & Cracker Indonesia & Malaysia, Saya mengharapkan anda tidak melakukan penyerangan atau/dan pengrusakan situs-situs Indonesia dan Malaysia. Saya mengerti bahwa akhir-akhir ini beberapa masalah di dunia nyata membuat kita kesal dan marah. Namun kekesalan tersebut sebaiknya tidak dilimpahkan ke dunia maya (cyberspace). Semestinya sebelum melakukan aksi yang berdampak negatif, kita bisa melakukan langkah-langkah positif seperti melakukan dialog (melalui email, mailing list, bulletin board, blog, dan media elektronik lainnya). Kita harus ingat bahwa kita hidup bertetangga dan bersaudara. Yang namanya hidup bertetangga pasti mengalami perbedaan pendapat. Mari kita belajar bertetangga dengan baik. Saya berharap agar kita yang hidup di dunia maya mencontohkan bagaimana kita menyelesaikan permasalahan dengan kepala dingin dan hati yang lapang, sehingga para pemimpin kita di dunia nyata dapat mencontoh penyelesaian damai. Mudah-mudahan mereka dapat lebih arif dan bijaksana

21-years old blog

 This is my first post in 2023. It's January 1st. This blog is actually my first blog after doing a lot of homepages - that's what they were called at that time - with a lot of HTML codes. Blogspot was one of the first blog services that I use in 2002. Yes, this blog is older than some of you, 21-years old. Although I have not updated this blog regularly - kinda neglected in a way, I am still keeping this. This is one of those relics that is still around. Standing still. Oh, btw, this blog was considered one of the top-10 blogs in Indonesia in 2005. You wouldn't believe it. But then again, maybe there were only 10 blogs at that time. Alas.
Kualitas lulusan Perguruan Tinggi Indonesia menyedihkan? Saya baru saja selesai melakukan interview untuk sebuah perusahaan. Ada lebih dari 130 orang yang kami interview. Saya sendiri menginterview setengahnya dari itu. (Kami bagi menjadi dua tim.) Yang diinterview kebanyakan adalah yang baru lulus ( fresh graduate ) dari perguruan tinggi (ada yang S1 dan D3) yang terkait dengan komputer (ilmu komputer, teknik elektro, fisika, matematika). Satu hal yang ternyata muncul dan berulang adalah mahasiswa sekarang lebih banyak yang pasif. Artinya mereka hanya pergi kuliah dan belajar dari apa yang diberikan di kelas saja ( which is not much! ). Mereka kurang motivasi untuk mencari hal-hal lain di luar ruang kuliah, seperti misalnya membaca majalah (banyak majalah komputer), eksperimen (mencoba install Linux atau Windows, merakit komputer, memasang jaringan). Alasan yang mereka kemukakan macam-macam. Tidak ada fasilitas lab komputer merupakan salah satu alasan yang dipakai mahasiswa